Penulis: Annisa Nurrahmah

Mendidik anak berpuasa, sebagaimana orang tua memberikan pembiasaan ibadah-ibadah lainnya. Bedanya momen puasa di bulan Ramadan, menjadi lebih menantang karena dilakukan hanya selama tiga puluh hari dan mencapai puncaknya saat Hari Raya Idul Fitri. Di bulan Ramadan juga banyak hal-hal menyenangkan yang tidak ada di bulan lainnya, sehingga suasana ibadah sangat kental terasa. Misalnya saja sahur bersama, tarawih, pesantren kilat atau sanlat, sedekah, mengaji bersama di mesjid, berbagi makanan takjil, dan banyak suasana lainnya yang membuat bukan hanya orang dewasa saja, bahkan anak-anak pun begitu bersemangat.

Memberikan contoh atau teladan adalah cara paling efektif dalam mendidik anak. Sebagaimana mengajarkan salat, puasa pun diajarkan dengan memberi contoh. Setiap apa yang orang tua lakukan, hendaknya disampaikan pada anak-anak balita ini apa tujuannya. Sehingga anak tidak hanya sekedar ikut-ikutan. Nah, mari kita simak tips membersamai balita berpuasa.

Teladan adalah Utama

Dalam mendidik anak, pastikan orang tua sudah melakukannya. Jangan harap anak bisa menyimpan sampah pada tempatnya, jika orang tua terbiasa buang sampah sembarangan. Jadi mulailah dari orang tua, baru kemudian berharap anak melakukannya juga. Begitu pun dengan puasa. Bagaimana orang tua menjalankan bulan Ramadan, akan diikuti oleh anak-anak kemudian.

Berdiskusi Setelahnya

Komunikasi setelah memberikan teladan juga merupakan kunci keberhasilan mendidik. Coba lihatlah bagaimana anak balita, selain pandai meniru, mereka pun sangat kritis bertanya. Momen ini sangat tepat untuk mendiskusikan hal-hal yang membuat anak penasaran. Orang tua juga dapat memancing keingintahuan anak dengan menyampaikan pertanyaan. Misalnya, β€œKalau puasa nggak boleh apa ya, Dek?” Setelah itu obrolan dapat dikembangkan sesuai dengan respon anak.

Buku, Media yang Menyenangkan

Diskusi melalui buku juga adalah cara asyik untuk mengenalkan anak pada sesuatu hal yang baru. Saat ini banyak buku menarik untuk balita. Orang tua dapat mencari tema yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya saat menjelang Ramadan, orang tua mulai membacakan buku. Dengan begitu anak sudah mulai merasakan suasana dan mengetahui informasi tentang Ramadan.

Menawarkan Anak Berpuasa

Menurut Ustadz Adi Hidayat mengajarkan anak mengenai perintah agama bisa dengan cara bertahap. "Perintah untuk berpuasa penuh pada anak sejak mereka berusia 7-10 tahun, tetapi mereka dapat ditawarkan sesuai dengan kemampuannya secara bertahap." Jadi untuk balita, orang tua tidak perlu terburu-buru ya. Bisa saja hari pertama mereka semangat. Namun, hari berikutnya belum mau ikut puasa atau ibadah lainnya.

Bagaimana Jika Ingin Berbuka?

Waktu lamanya berpuasa pun bertahap ya. Setalah anak ikut sahur, bisa berbuka pukul 8 misalnya. Hari berikutnya bertambah 30 menit, tidak masalah. Disesuaikan dengan kemampuan anak saja. Tidak perlu kecewa juga jika sebelumnya anak bisa sampai sore, tetapi hari berikutnya hanya sampai jam 10 saja. Mereka sedang berlatih, hingga di waktu kelas diwajibkan berpuasa di usia baligh, mereka sudah dapat mengerjalan puasa dengan penuh sukacita, tanpa paksaan.

Mengajak Anak Tarawih

Coba kenalkan balita salat tarawih di rumah dahulu. Jika ingin mencoba membawa anak ke mesjid, sampaikan adab-adab selama di mesjid. Cari juga mesjid yang ramah anak. Sangat penting untuk menyampaikan kepada anak tentang situasi dan apa saja yang akan dilakukan saat berkunjung ke suatu tempat. Sehingga anak dapat mudah beradaptasi.

Kegiatan Seru untuk Menunggu Waktu Berbuka

Meski belum sampai Magrib, orang tua dapat menentukan target bersama. Hari ini mau puasa sampai jam berapa ya? Biarkan anak yang menentukan dan belajar memenuhinya. Untuk mencapai target itu, ajak anak melakukan kegiatan seru. Tentunya bukan kegiatan yang banyak menguras energi apalagi permaian di luar ruangan di bawah terik matahari. Hal tersebut bisa membuat anak cepat lelah dan haus. Permainan seperti ular tangga, kuartet islami, menyusun balok, puzzle, melukis, mengaji dapat dilakukan di dalam rumah dan tak terasa waktu berbuka semakin dekat.

Hadiah untuk Si Kecil

Bentuk kebaikan apa pun yang dilakukan anak, patut diberikan hadiah. Tidak perlu selalu barang. Pujian atau pelukan juga merupakan bentuk hadiah yang dapat diberikan kepada anak. Seberapa lama anak berpuasa, tetap berikan apresiasi ya.

Saat membersamai anak balita belajar menjalankan ibadah di bulan Ramadan, orang tua harus dapat tetap sabar dan menjaga semangat cinta Ramadan. Jadi boleh saja anak balita berpuasa, tentu setelah menawarkan anak berpuasa. Setelahnya pastikan tidak ada paksaan, ciptakan suasana menyenangkan, dan sampaikan kebaikan-kebaikan yang akan didapatkan dari Allah saat menjalankan ibadah di bulan puasa. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *