Penulis: Annisa Nurrahmah

Sedih rasanya jika di bulan Ramadan mendapatkan haid. Meskipun haid merupakan adalah fitrah para wanita. Saat haid datang, wanita tidak dapat melaksanakan salat dan membaca Al-Quran, sehingga merasa kehilangan kesempatan mendapakan pahala Ramadan yang berkali-kali lipat nilainya.

Sudah saatnya wanita yang sedang haid tidak berlarut dalam kesedihan, karena ada banyak amalan yang dapat dikerjakan selama Ramadan meskipun dalam keadaan haid. Jangan khawatir dengan kondisi haid, Allah selalu sayang pada hamba-Nya. Mari semangat berlomba mengerjakan amalan-amalan berikut ini:

Berdzikir

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ulama kaum muslimin sepakat bahwa membaca tasbih, tahlil, tahmid, takbir, shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dzikir-dzikir lainnya diperbolehkan bagi orang yang junub dan wanita haid.”

Dari Abu Hurairah RA, menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan disukai Arrahman, Subhanallah, Wabihamdihi, dan Subhaanallahul 'azhiim." (HR Bukhari)

Berdzikir dapat dilakukan dengan membaca kalimat-kalimat thoyyibah, seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Laa illaha illah, Allahu akbar, dan beristigfar. Hendaknya saat berdzikir, kita menghadirkan hati, mentadaburi makna dari dzikir yang diucapkan. Benar-benar yakin bahwa Allah akan mendatangkan keberkahan dengan berdzikir.

Bershalawat

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al Ahzab: 56)

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, Allah memberikan rahmat kepadanya sepuluh kali." (HR Muslim)

Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa sallim.

Mendengarkan Lantunan Al-Qur’an

Dari hadis riwayat Ibnu Majah, Aisyah Ra berkata, "Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang menstruasi, dan ia membaca Alquran."

Saat ini mudah saja melakukan hal ini dengan mendengarkan murotal dari berbagai aplikasi. Alangkah lebih baik lagi jika dapat menyelami terjemah dan mentadaburi makna dari ayat-ayat yang didengarkan. Selain mendengar lantunan Al-Qur’an, bisa juga dengan memuroja’ah hafalan.

Menuntut Ilmu

Saat ini bagi wanita haid dimudahkan dengan hadirnya teknologi. Mereka bisa menuntut ilmu melalui rekaman kajian via video, buku bacaan Islami, atau resume kajian. Carilah ilmu-ilmu yang semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga meski dalam keadaan haid, tidak bisa salat dan tilawah, tetapi tetap dapat merasa diawasi Allah.

Memberi Makan Orang yang Berpuasa

"Barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun." (HR At-Tirmidzi)

Jika bisa memberikan makanan untuk sahur atau berbuka kepada tetangga atau orang-orang di sekitar lingkungan, alangkah baiknya. Namun, jika terdapat keterbatasan, maka raihlah pahala dengan memasak santap sahur atau buka untuk keluarga di rumah. Jadilah koki andalan di rumah selama bulan Ramadan.

Bersedekah

"Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyaklah istighfar. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni neraka". (HR. Muslim)

Banyak cara untuk bersedekah. Tidak harus selalu dengan uang dan barang. Sebagaimana yang tercantum dalam hadis berikut: Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya sebagian dari para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bershodaqoh dengan kelebihan harta mereka”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bershodaqaoh? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah shodaqoh, tiap-tiap tahmid adalah shodaqoh, tiap-tiap tahlil adalah shodaqoh, menyuruh kepada kebaikan adalah shodaqoh, mencegah kemungkaran adalah shodaqoh dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah shodaqoh “. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”.  (HR. Muslim no. 2376)

Selamat menikmati ibadah di bulan Ramadan. Pastikan hari demi hari terdapat peningkatan dari kualitas ibadah. Setiap amal kebaikan yang dilakukan, insya Allah menjadi berkah dan berbuah pahala. Aamiin ya Rabbal’aalamiin.

**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *