Penulis: Annisa Nurrahmah
Editor: Haniefah Noor Esa

Permainan sensorik atau play sensory adalah permaian yang merangsang perkembangan anak melalui kelima indera. Baik indera penglihatan, pendengaran, peraba, pengecap, dan penghidu. Dengan memberikan stimulasi melalui permainan sensorik, diharapkan tumbuh kembang anak akan optimal dan siap belajar di usia sekolah.

Berikut adalah beberapa permainan sensorik menyenangkan yang dapat dilakukan anak di rumah bersama orang tua.

1. Bermain pasir

Dengan bahan pasir, anak dapat meraba teksturnya atau berjalan di atas pasir. Jenis permainan lainnya misalnya memindahkan pasir dari satu wadah ke wadah lainnya menggunakan sendok, gayung kecil, atau tangan kosong. Menyenangkan juga jika menyembunyikan benda atau mainan kecil di dalam pasir. Biarkan anak menemukan benda tersembunyi dengan memasukkan tangannya ke pasir.

2. Membuat plastisin

Tanpa harus membeli, plastisin bisa dibuat sendiri loh. Cukup dengan mencampurkan satu mangkuk (dua gelas) terigu, 4 sendok teh garam, 2 sendok makan minyak goreng, dan jika ingin berwarna boleh menggunakan pewarna makanan. Setelah teksturnya lembut, plastisin bisa digunakan untuk beragam permainan. Yang paling sederhana adalah meniru bentuk.

3. Mengisi wadah dengan beras

Sediakan dua wadah, yang satu dibuarkan kosong, satu lagi berisi beras. Anak dapat diminta memindahkan besar dari satu wadah ke wadah lain dengan berbagai alat, misalnya sendok teh, sendok makan, gayung kecil, jari, atau tangan.

4. Bermain air

Ini yang paling sederhana dan paling disukai anak. Caranya pun beragam. Misalnya memindahkan air dengan spons, sendok, gayung, sedotan, pipet, atau dua tangan. Anak juga bisa dilibatkan mencuci baju, mencuci mainan, mencuci kendaraan, atau menyiram tanaman.

5. Memasak

Aktivitas ini, selain mengaktifkan kelima indera, juga memperkuat bonding antara anak dan orang tua. Contohnya saat memasak sayur, ajak anak mulai dari mencuci bahan. Aktivitas ini merangsang indera peraba dan penglihatan. Jika ada sayuran yang bisa dipetik dan untuk anak yang lebih besar bisa mulai dengan memotong sayur. Anak juga dapat mencoba bahan-bahan yang bisa dicicipi misalnya garam, gula, dan asam untuk menstimulasi indera perasa. Aroma bahan makanan sebelum jadi dan setelah selesai dimasak bisa dihirup. Suara-suara saat proses memasak pun dapat melatih indera pendengaran anak. Menyenangkan bukan, meski terasa repot dan lama, tetapi dapat menstimulasi banyak hal.

6. Meraba tekstur

Banyak benda di sekitar kita. Mintalah anak mengambil benda yang kita minta. Bisa instruksi melalui kalimat, gambar, atau tulisan bagi anak yang sedang belajar membaca. Kemudian anak dapat meraba benda yang diambilnya dan merasakan tekstur yang kasar atau halus.

7. Menghidu aroma bumbu dapur

Kita boleh dengan sengaja mengumpulkan bumbu dapur seperti kencur, jahe, lengkuas, dan, kunyit. Setelah mengenal baunya, minta anak menebak dengan mata tertutup bau yang dihidunya. Benda lain yang bisa dihidu bisa menggunakan aroma buah, minyak telon, kayu putih, atau aroma terapi.

8. Permainan bertamu

Permainan ini selain melatih kepekaan dalam bersosialisasi juga menjadi permainan sensorik. Setelah menyambut dan mempersilahkan tamu duduk, anak dapat menyediakan minuman dan menyajikan pada tamu. Misalnya membuat teh manis. Anak mencoba menuangkan gula putih, air panas, mencelupkan teh, dan mengaduk. Kemudian anak membawa segelas teh di atas nampan serta menyajikan kepada tamu.

9. Menghitung daun

Ajak anak-anak berjalan-jalan di taman atau kebun. Atau cukup di halaman rumah. Anak dapat mengumpulkan daun kering, memetik daun, meraba tekstur daun yang telah dikumpulkan, juga meremasnya.

10. Menyusun gelas

Gunakan gelas plastik untuk menyusun menara. Bisa disusun satu persatu setinggi mungkin. Atau bertingkat. Lima gelas di dasar, kemudian empat, tigas, dua, dan satu gelas di puncak. Lakukan dengan memberi contoh konkrit dan anak yang lebih besar bisa diberikan contoh melalui gambar.

11. Berkebun

Kegiatan ini juga merangsang banyak indera. Anak dapat memulai dengan menanam benih, rutin menyiram, memberi pupuk, hingga memetiknya ketika sudah berbuah. Cobalah anak melakukan kegiatan ini tanpa menggunakan alas kaki dan sarung tangan. Namun, jangan lupa untuk mencuci bersih setelahnya.

12. Berjalan di rintangan

Kalau zaman dulu, anak-anak bermain di pematang sawah. Kegiatan ini baik sekali untuk perkembangan motorik anak. Saat ini tidak mudah menemukan sawah apalagi di area kota. Alternatif lainnya adalah berjalan di atas tangga titian. Anak harus bisa berjalan tanpa terjatuh atau dipegang. Bisa juga dengan menggambar rintangan dengan solasi, kapur, juga tali sebagai jalan.

13. Melompati rintangan

Melompat juga adalah kegiatan yang disukai anak. Buatlah rintangan agar permainan semakin menantang. Misalnya melompati tali, garis, lubang rendah, benda yang tidak terlalu tinggi dan lebar (balok atau mainan). Melompat juga dapat dilakukan ke depan, ke belakang, ke kanan, ke kiri.

14. Finger Paint

Permainan ini juga sangat disukai anak, karena dapat bebas mengeksplorasi cat dengan jari-jarinya. Tak ada patokan untuk berkreasi dalam menghasilkan karya. Anak hanya diminta melukis di media kertas atau kanvas menggunakan cat dengan jarinya.

15. Bermain di taman

Kita dapat mengajak anak berkeliling di taman. Sembunyikan gambar atau benda. Mintalah anak mencarinya. Bisa juga melepas alas kaki, berjalan di atas rumput atau bebatuan. Ajak anak menghirup dan tanyakan aroma apa yang terhidu.

Ada banyak kegiatan dan tempat untuk menstimulasi perkembangan sensorik anak. Hal yang paling penting adalah orang tua mengalokasikan waktu untuk membersamai anak untuk melakukan permainan sensorik. Sehingga kelekatan anak dan orang tua terjaga.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *