Penulis: Annisa Nurrahmah
Editor: Haniefah Noor Esa

Bermain adalah tugas utama anak-anak. Tentunya bukan asal main, melainkan permainan dengan tujuan. Melalui aktivitas bermain inilah anak belajar dan merasakan bahagia. Banyak aspek perkembangan yang dapat terstimulasi melalui permainan.

Lalu permainan apa yang perlu dimainkan oleh anak? Ya, sensory play atau permainan yang menstimulasi kelima indera anak. Bisa hanya salah satu indera saja, atau beberapa indera. Dengan mengaktifkan seluruh indera anak, baik indera penglihatan (mata), indera pendengaran (telinga), indera peraba (kulit), indera penghidu (hidung), dan indera pengecap (lidah), tumbuh kembang anak akan optimal. Anak yang sudah terpenuhi kebutuhan stimulasi inderanya akan dapat belajar dengan baik di usia sekolahnya kelak.

Mari pahami mengenai manfaat permainan sensori berikut ini:

Melatih perkembangan motorik anak.

Baik motorik halus (kemampuan anak dalam menggunakan otot-otot kecilnya seperti otot jari-jari tangan dan pergelangan tangan) juga motorik kasar (kemampuan anak dalam menggunakan otot besar, seperti otot badan, kaki, dan lengan). Aktivitas permainan sensori menggunakan tangan, lengan, badan, dan kaki. Sehingga otot-otot anak akan luwes dan berkembang baik.

Meningkatkan kemampuan kognitif anak.

Kemampuan kognitif erat kaitannya dengan kecerdasan seseorang. Melalui permainan sensorik yang beragam, akan menambah khazanah pengetahuan anak. Informasi yang didapatkan secara berulang dapat membantu anak mempelajari banyak hal. Dengan begitu kemampuan kognitif anak akan terus berkembang.

Membantu kemampuan fokus anak.

Rentang fokus anak memang belum begitu panjang. Namun, kemampuan fokus perlu dilatih. Melalui permainan sensori yang menyenangkan, akan melatih kemampuan fokus anak. Saking asyiknya, anak seringkali tidak mendengarkan panggilan orang lain, karena inderanya fokus pada tugas permainan sensorinya.

Membuat anak menjadi tenang.

Kegiatan permainan sensorik dapat membuat anak menjadi tenang. Emosi anak dapat tersalurkan melalui kegiatan yang melibatkan beberapa indera. Permainan sensori adalah permainan yang disukai anak-anak dan membuat anak betah berlama-lama. Contoh saja, bermain air, bermain pasir, atau bermain plastisin.

Melatih kemampuan berpikir dan problem solving.

Melalui permainan, sejatinya anak sedang belajar. Saat bermain, mungkin saja anak bertemu dengan kondisi yang membuatnya berpikir dan mencari cara atau jalan keluar untuk mengatasi masalahnya. Contohnya permainan memindahkan air dari satu wadah ke wadah lain. Bagaimana caranya agar air tidak tumpah? Bagaimana agar wadah cepat terisi? Saat itu anak akan β€˜dipaksa’ untuk menyelesaikan masalahnya.

Nah, menarik bukan? Permainan sensori bukan permainan biasa. Orang tua atau guru dapat membantu anak menyiapkan alat dan bahan untuk bermain. Setelah itu cukup awasi anak bermain, atau seru juga ikut bermain bersama anak guna membangun kelekatan. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *